WALIKOTA BANDAR LAMPUNG EVA DWIANA TINJAU BANJIR, BANYAK PENYEMPITAN DAN SAMPAH

(WARTA LENSA INDONESIA, Bandarlampung) — Hingga tengah malam, WaliKota Bandarlampung Eva Dwiana melihat langsung kawasan terdampak banjir. Hasilnya, banyak sungai dan drainase yang mengalami penyempitan akibat bangunan dan diperparah sampah.

Dengan warga, WaliKota Eva berdialog mencari solusi mengatasi kejadian ini agar tak terulang lagi. Seorang warga tak keberatan bangunannya yang membuat sempit aliran air dinormalisasikan.

Namun, kata warga tersebut, percuma juga jika tidak dinormalisasi bangunan-bangunan yang menyempitkan sungai ke arah hilirnya. “Harus dinormalisasi semua,” katanya.

WaliKota Eva Dwiana meminta lurah setempat mencatat apa-apa saja yang jadi masalah. “Doakan, Pemkot banyak uang biar bisa menormalisasi sungai-sungai agar tak terjadi banjir,” katanya.

Tim Satgas Pemkot Bandarlampung juga bekerja keras melakukan pembersihan sampah agar banjir cepat surut di beberapa wilayah. Tim terdiri dari Damkar, BPBD, DLH, Satpol PP, dan Dinas Sosial.

Mereka juga mengevakuasi warga yang rumahnya terkepung banjir. Setiap hujan, Kota Bandarlampung dilanda banjir. Namun, banjir kali. an menjadi langganan banjir, Sabtu (24/2/2024), sore hingga malam, paling parah beberapa tahun terakhir ini.

Kawasan permukiman warga paling parah di Perumahan Nunyai Indah Blok C. Air mencapai ketinggian 2 meter sempat memperondakan rumah warga perumahan yang bersebelahan dengan Kali (Way) Rua.

Di Jalan Yos Sudarso, Tim Damkar dipimpin Kepala Dinas Anthony Irawan menurunkan personel dan alat penyelamatan berupa perahu karet.

Di Urip Sumoharjo, banjir juga merendam beberapa kendaraan yang terparkir di dalam area RS Sakit setinggi 70 sentimeter,

Hujan deras pukul 15.00-19.20 WIB menyebabkan air sungai dan drainase kota luber dari selutut hingga dada orang dewasa di permukiman dan jalan-jalan utama di Kota Bandarlampung dari Kecamatan Rajabasa hingga Kecamatan Panjang.

banjir melanda beberapa kecamatan, antara lain Rajabasa, Hajimena, Labuhan Ratu, Kedaton, Langkapura, Kemiling, Telukbetung , Waylunik, Sukabumi, dan Campangraya. Terparah, kawasan Rajabasa.

 

Penulis: FARELEditor: NICO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *