PERAYAAN MALAM PUISI DI LAMBAN AKAS

(WARTA LENSA INDONESIA Bandar Lampung) — Malam Puisi dirayakan penyair perempuan Indonesia di Lamban Akas, Kemiling, Bandar Lampung, Minggu 7 Juli 2024 malam.

Acara ini terlaksana kerja sama panitia Perempuan Penyair Indonesia Pulang ke Kampung Tradisi Menyulam Kata di Tanah Lada dengan Lamban Akas, Tapis Kopi Buku, dan Komunitas Penulis Muda Lampung.

Selain penyair Indonesia yang membacakan puisi, di antaranya Isbedy Stiawan ZS-Fitri Angraini, Kunni Masrohanti, Kurnia Effendi, Devi Matahari, Iin Muthmainah, Jauza Imani, Rini Intama, Edy Samudra Kertagama, Anggi Farhan, Salwa, dan lain-lain.

Perayaan malam puisi juga dihadiri oleh dr. Reihana. Bakal calon Walikota Bandar Lampung itu itu bahkan membacakan satu puisi karya Sutardji Calzoum Bachri, presiden penyair Indonesia. “Ini malam, kali pertama membaca puisi. Untuk menghormati dan menghargai penyair perempuan Indonesia,” kata Reihana sebelum membaca “Walau” Sutardji Calzoum Bachri.

Reihana mengatakan, semoga kelak dirinya juga bisa mencintai dan menulis puisi. “Semoga saya juga bisa menulis puisi, karena puisi adalah hasil dari pengalaman baik batin dan pikiran. Ditulis dalam kata-kata,” ujarnya.

Rencananya Sutardji hadir namun karena kesehatannya terganggu, ia tak bisa membersamai penyair perempuan yang dihelat di Bandar Lampung dan Tulang Bawang Barat. Untuk mengobati undangan di Lamban Akas, panitia menghubungi Sutardji lewat geogle meet. Sekira 30 menit Sutardji memberi “wejangan” ihwal kata-kata (puisi). Berikut puisi “Walau’ Sutardji yang kini berusia 83 tahun.

Penulis: ARYAEditor: NICO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *